FOTO

Sekilas Tentang sejarah DAPUR YATIM INDONESIA

Berawal dari keprihatinan seorang anak bernama Rudiyana yang ditinggalkan seorang ayahnya pada usia belia sekitar 4 tahunan dikarenakan meninggal dunia.

Kami pada saat itu sebagai pengurus panti asuhan di kab bandung, namun karena sesuatu hal kami harus mengurus yayasan yang diprakarsai oleh keluarga suami sehingga tidak mungkin kami harus berbagi waktu untuk mengurus 2 yayasan.

Sebagai wujud tanggung jawab pada keluarga juga akan lebih baik kalau kami ber konsentrasi untuk mengurus yayasan bersama suami.

dua hari setelah saya meninggalkan Asrama Panti Asuhan tsb ada 18 orang anak asuh yang datang ke rumah bermaksud untuk tetap ikut tinggal bersama kami, dengan alasan “Saya Pingin sama Ibu dan Pak Irsal, mungkin karena sudah terjalinnya kedekatan kasih sayang kepada Ibu Asuh sebagai Pengganti Ibunya (Pengganti orangtuanya) apalagi “RUDIYANA” salah satu anak Yatim Piatu yang tidak punya orangtua diusia belianya sehingga tidak kuasa kami untuk menolak mereka.

Sementara itu, kondisi kami belum punya kemampuan untuk membiayai kebutuhan mereka,cukup kebingungan untuk menanggung kebutuhan  sehari-hari anak asuh di tempat kami.

Apakah anak Yatim Piatu yang benar-benar mau ikut ke Rumah saya dan benar-benar mereka menginginkan saya sebagai pengganti ibunya harus saya USIR dari rumah saya ?dari kejadian ini menjadi pemikiran kami untuk tetap menjadi ibu asuh bagi mereka dengan dilandasi pada  perintah Allah SWT :

 

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu”

(QS. Al Baqarah : 220)

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?  Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”                                                                                        

(QS. Al Maun : 1-3)

Maka amat berdosalah apabila kami membiarkan anak yatim dan fakir miskin menjadi terlantar.  Akhirnya dengan dibantu dan didukung warga setempat dibuatlah

DAPUR DAN RUMAH DARURAT ANAK YATIM”.”

Dalam kondisi yang seba minimalis saung yang kami bangun sebagai awal perjuangan cukup membuat repot Terlebih ketika hujan lebat, pondok bambu yang dijadikan kamar tidur anak asuh laki-laki sering bocor dan rawan ambrukDapur darurat Bale Endah, masih menggunakan peralatan alakadarnyaSelain itu dapur dan kamar mandi yang digunakan oleh anak asuh masihlah jauh untuk dikatakan sederhana, Angin kencang di musim penghujan membuat anak-anak resah ketika sore menjelang malam, sehingga kegiatan belajar anak anak seringkali terganggu.Ditambah lagi dengan fasilitas belajar yang seadanya, ruang belajar yang redup seringkali menyulitkan anak anak ketika belajar namun tidak menyurutkan semangat anak anak untuk tetap belajar.

Itulah sekelumit awal berdirinya DAPUR YATIM yang tentunya dalam prosses perkembangannya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan daya dukung sumber daya manusia yang berada dalam kepengurusan kepantian, untuk itu kami berharap sekali kepada para donatur dan parsipan untuk memberi dukungan materi maupun non materi, kritik dan saran yang membangun demi kemajuan dan kelayakan anak anak yang kami asuh khususnya juga demi kemajuan atas program program yang kami rencanakan selannjutnya, Semoga bermanfaat amiiin…….!